Kamis, 07 Desember 2017

FAEDAH MEDIS TENTANG MEMAAFKAN



Dr. Arif Muzayin Shofwan


Artikel ini seratus persen dinukil dari tulisan Zishak K. Naen dalam bukunya yang berjudul “The Power of Frustration”, yakni sebuah buku yang menjelaskan tentang kekuatan dahsyat frustrasi untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam kehidupan. Ucapan terima kasih yang dalam saya sampaikan kepada Zishak K. Naen yang telah memberikan pencerahan bagi saya dalam memaafkan diri saya sendiri dan orang lain. Begitu pula, saya patut berterima kasih kepada para penulis buku-buku sejenis yang pernah saya baca.

Seturut riset mutakhir, sejumlah peneliti dari Amerika Serikat menemukan bahwa orang-orang yang sanggup memaafkan orang-orang yang bersalah kepada mereka memiliki jiwa dan raga yang lebih sehat. Orang-orang yang diteliti mengungkapkan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah mereka memaafkan orang-orang yang menyakiti mereka. Mereka lebih bahagia dan lebih sehat dibandingkan dengan orang-orang yang berlarut-larut memendam dendam dan amarah.

Amarah, entah berlangsung sesaat ataupun jangka panjang, sudah pasti mempengaruhi suhu badan. Amarah berpengaruh terhadap aliran adrenalin, yang selanjutnya memanaskan tubuh dan menjadikan seseorang sulit berfikir jernih.

Dalam majalah Healing Current Magazine edisi September-Oktober 1996, termuat tulisan “Forgiveness” yang memaparkan bahwa amarah seseorang terhadap orang lain atau suatu peristiwa menyulut emosi negatif dalam diri orang tersebut dan akibatnya merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani.

Semua penelitian telah menegaskan bahwa amarah merupakan situasi pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Di sisi lain, memaafkan, kendati terasa berat, mampu memicu rasa bahagia rasa bahagia pada diri seseorang, menghilangkan seluruh dampak merusak yang ditimbulkan oleh kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat secara lahir dan batin.

Orang yang belajar memaafkan orang lain dengan tulus merasa lebih baik secara batiniah sekaligus lahiriah. Gejala-gejala kejiwaan dan gangguan pada tubuh semisal sakit punggung akibat stres serta susah tidur dan sakit perut tidak pernah menimpa orang-orang yang pemaaf. Ketika seseorang memaafkan orang lain, fungsi kardiovaskular dan sistem sarafnya menjadi meningkat.

S. Sarinopoulus dari University of Wisconsin, Amerika Serikat, dalam artikelnya “Forgiveness and Physical Heath” mengemukakan bahwa semakin sering orang memaafkan orang lain maka semakin dia berpeluang untuk terhindar dari serangan penyakit. Sebaliknya, semakin enggan orang memberi maaf maka semakin dia rentan terkena banyak penyakit.

Frederic Luskin, Ph.D., dalam bukunya Forgive for Good A Proven Prescription for Healt and Happiness, juga ikut menjelaskan bahwa amarah yang tak diredam menyebabkan dampak-dampak ragawi yang dapat diamati dengan jelas pada diri seseorang. Adapun sikap memaafkan sangatlah baik bagi kesehatan dan kebahagiaan. Sikap memaafkan menyulut ketenangan pikiran, kesabaran, dan percaya diri serta menyalakan harapan dalam diri seseorang sekaligus dapat mengurangi amarah dan penderitaan serta menghalau rasa putus asa dan stres.

Menurut Luskin, sikap pemaaf merupakan sebuah amalan yang bersumber dari ajaran semua agama besar di dunia. Ajaran tentang pentingnya memberi maaf telah dituturkan sejak berabad-abad silam, namun baru dua puluhan tahun belakangan ini banyak penelitian yang menunjukkan bahwa memberi maaf sangat berperan penting bagi kesehatan umat manusia.

Luskin memaparkan sembilan langkah praktis memberi maaf. Namun dalam artikel ini tidak akan menyebutkan sembilan langkah tersebut. Hanya saja, dalam artikel ini akan menyebutkan beberapa faedah dan manfaat memberi maaf sebagai berikut, antara lain:

1.    Kita memberi maaf orang lain sejatinya demi kebaikan diri kita sendiri. Memberi maaf akan membuat hati kita lapang, dendam lenyap, dan pada akhirnya ketentraman dan kebahagiaan melingkup hidup kita.

2.    Memaafkan orang lain tidak akan pernah membuat kita terlihat lemah dan harga diri melorot/jatuh. Memaafkan orang lain berarti justru akan membuat orang tersebut menghargai diri kita.

3.    Ketika seseorang telah menyakiti kita, maka kita, alih-alih menghakiminya, perlu membayangkan seandainya kita berada posisi orang tersebut. Langkah ini biasanya akan membuat kita paham mengapa orang tersebut tega membuat kita kesal dan sakit hati. Dan kalaupun kita tidak mampu membayangkannya, maka tidak perlu menghakiminya, mencaci makinya. Bagaimanapun kita semua tak luput dari kesalahan.

4.    Kita perlu mengungkapkan isi hati kita kepada orang yang telah menyinggung perasaan kita itu. Apa saja yang kita suka dari kelakuan dan tutur katanya perlu kita sampaikan kepadanya dengan lemah lembut dan secara empat mata. Ingat, tujuan kita ialah untuk mengoreksi perbuatannya agar dia bisa berintrospeksi.

Demikianlah salah satu pembahasan faedah medis tentang memaafkan diri sendiri dan orang lain yang dinukil oleh Dr. Arif Muzayin Shofwan dari buku yang berjudul “The Power of Frustration” karya Zishak K. Naen, halaman 186-191, yang diterbitkan oleh Araska, Yogyakarta, 2015. Mudah-mudahan berawal dari buku tersebut, kita bisa memaafkan kesalahan diri kita sendiri dan orang lain, sehingga akhirnya kita bisa meraih kesuksesan dan kebahagiaan lahir-batin.

DR. ARIF MUZAYIN SHOFWAN


-------------------------------------------
Dipersembahkan oleh:
CENTER FOR THE STUDY OF MIND AND SOUL (C-SMS)
Center for The Study of Mind and Soul (C-SMS) atau yang disebut Pusat Studi Pikiran dan Jiwa merupakan pusat studi yang bergerak menyelidiki, mempelajari dan memberdayakan kekuatan pikiran (power of mind) dan kekuatan jiwa (power of soul) manusia yang didirikan oleh Dr. Arif Muzayin Shofwan, yakni seorang doktor yang banyak mempelajari tentang kedahsyatan pikiran, meditasi, reiki, taichi, sistem energi alam semesta dan semacamnya. Pusat studi ini memiliki tujuan membantu diri sendiri dan orang lain agar dapat menggali potensi diri dari kekuatan pikiran dan jiwa sehingga mampu membawa perubahan ke arah yang lebih positif (berupa kebahagiaan, kekayaan, kesuksesan dan semacamnya) dalam kehidupan.

Visi   
Menjadi pusat studi yang berkontribusi mengembangkan kekuatan pikiran dan jiwa untuk menuju perubahan positif yang membahagiakan.
Misi  
1.  Menggali potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya melalui kekuatan pikiran (power of mind).
2.  Menggali potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya melalui kekuatan jiwa (power of soul).
3.  Menggali potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya dengan menggabungkan kekuatan pikiran (power of mind) dan kekuatan jiwa (power of soul).
Motto         
Jadilah diri Anda sendiri!

Demikian sekilas tentang tujuan, visi, misi, dan motto Center for The Study of Mind and Soul (C-SMS) atau Pusat Studi Pikiran dan Jiwa tersebut diperkenalkan. Akhir kata, segala sesuatu yang besar dimulai dari hal-hal yang kecil. Sebuah perjalanan yang jauh dimulai dari satu langkah kaki. Semoga setiap pikiran, ucapan, dan perbuatan kita terus menuju ke arah yang positif, membahagiakan, memperkaya dan semacamnya. Direktur Center for The Study of Mind and Soul (C-SMS) DR. ARIF MUZAYIN SHOFWAN. Nomor HP/WA: 085649706399.

Rabu, 06 Desember 2017

SENI MENETAPKAN TUJUAN DAN MENGAFIRMASI DIRI



Dr. Arif Muzayin Shofwan


Artikel ini seratus persen dinukil dari tulisan Zishak K. Naen dalam bukunya yang berjudul “The Power of Frustration”, yakni sebuah buku yang menjelaskan tentang kekuatan dahsyat frustrasi untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam kehidupan. Ucapan terima kasih yang dalam saya sampaikan kepada Zishak K. Naen yang telah memberikan pencerahan bagi saya dalam menetapkan sebuah tujuan demi meraih cita-cita yang selalu kita harapkan kesuksesannya.

Apa yang mesti dilakukan untuk menetapkan tujuan?. Mula-mula kita harus mengetahui benar apa yang kita inginkan dalam hidup ini. Sesuatu yang betul-betul mengilhami kita, sehingga kita tahu bahwa itu “benar” dan “layak”, dan itu sebabnya kita wajib mendapatkannya. Sesuatu yang kita damba-dambakan, tanpa peduli resiko yang bakal kita tanggung. Ia bukanlah sesuatu yang diimpikan atau diharapkan orang lain dari kita, dan bukan pula sesuatu yang harus kita dapatkan melulu untuk menyenangkan atau membahagiakan orang lain, melainkan sesuatu yang benar-benar kita inginkan, yang sungguh-sungguh menyemangati diri kita.

Apapun tujuan kita, itu harus dirumuskan secara jelas dan sederhana, bukan dalam bentuk umum melainkan dalam bentuk khusus, termasuk rincian mengenai waktu, tempat, fakta-fakta, dan orang. Makna tujuan itu harus dikelompokkan secara tepat mengikuti perubahan hidup kita, dan tenggat waktu untuk meraihnya mesti ditentukan pula.

Bagi Sandy MacGregor, sesudah kita tahu apa yang kita mau, ada dua hal penting yang mesti kita perhatikan saat menetapkan tujuan:

1.    Tujuan diungkapkan secara ringkas, positif, dalam bahasa present tense (saat ini) dan menggunakan kata “aku”.

2.    Tujuan itu harus memperhitungkan prinsip SMART:
S – Specific (Spesifik)
M – Measurabe (Dapat diukur)
A – Achievable (Bisa dicapai)
R – Reality based (Berdasarkan kenyataan yang ada)
T – Time based (Ada tenggat waktu)

Adapun masa pencapaian masa tujuan dapat dibagi ke dalam tiga jangka waktu:
Tujuan lima tahun (jangka panjang)
Tujuan satu tahun (jangka menengah)
Tujuan harian/mingguan/bulanan (jangka pendek)

Sebagus apapun tujuan, memang sebaiknya dijabarkan dalam tulisan, supaya bisa dikelola dengan lebih baik. Seperti apa tujuan itu, sependek atau sepanjang apapun jangka waktu yang dibutuhkan, saat kita tuliskan secara terperinci di atas kertas, itu akan membuat kita lebih bersungguh-sungguh. Kita susun sejumlah rencana yang menggambarkan secara lebih padu cara-cara mencapai tujuan, kemudian rencana dijalankan, dan metode-metode yang memuluskan rencana pun diterapkan.

Untuk tahap awal, dan agar mudah dijalankan, yang kita bidik terlebih dahulu ialah tujuan jangka pendek. Karena tujuan jangka pendek inilah yang sebenarnya akan membawa kita melangkah jauh guna mencapai tujuan jangka menengah dan jangka panjang. Dan yang perlu dicamkan, tujuan jangka panjang hendaknya tidak ditentukan secara kaku, supaya bisa disempurnakan terus-menerus mengikuti informasi dan pengalaman tambahan yang kita dapatkan.

Semua tujuan tersebut harus dapat diraih dan realistis, bukan sebatas di awang-awang. Barangkali saat ini tujuan tersebut terasa berada di luar jangkauan, tetapi tidak di luar pandangan!. Pada saat ini kita boleh jadi kesulitan untuk menjangkaunya, namun dalam pandangan kita, masih tetap realistis untuk mencapainya. Tujuan tersebut juga harus merupakan sesuatu yang kita yakini dan anggap benar, serta selaras dengan nilai-nilai kita.

Afirmasi
Apabila proses pencapaian tujuan diawali dengan pernyataan positif dan diungkapkan dalam bentuk present tense (saat ini), maka itulah yang disebut afirmasi. Afirmasi ini selalu menyertakan visualisasi.

Ketika kita mengeluarkan pernyataan positif mengenai tujuan yang hendak kita capai, kita bayangkan diri kita benar-benar telah meraihnya. Secara mental kita menggambarkannya sebagai fakta yang terjadi saat ini; kenyataan yang tengah berlangsung saat ini dan di sini. Kita juga membayangkan beberapa hal yang berkaitan dengan hal itu: Apa yang kita lakukan? Bagaimana lingkungan di sekeliling kita? Apa yang dikatakan orang-orang kepada kita? Bagaimana perasaan kita setelah berhasil mencapainya? Kita harus mencecap keberhasilan itu serta menikmati dan merayakannya. Perasaan dan emosi positif yang dihasilkan oleh visualisasi itu akan bercokol di dalam diri kita dan menyuntikkan energi kepada kita di saat kita bertindak untuk mewujudkan apa-apa yang telah kita bayangkan.

Berikut ini beberapa contoh afirmasi:

v  “Aku bergabung dengan komunitas pembaca buku. Kami berkumpul sekali seminggu untuk membahas buku-buku baru dan menarik, dan di sana aku bertemu dengan orang-orang baru. Kemajuan yang kucapai ini benar-benar baik dan memuaskan”. (tujuan: mendapatkan tujuh teman baru)

v  “Aku rajin olah raga lari sejauh 5 kilometer sebanyak tiga kali seminggu. Aku bergabung dalam komunitas penyuka lari sore. Aku mendapat teman-teman baru sekaligus menjadi lebih sehat”. (tujuan: mendapatkan teman baru sekaligus menjadi sehat dan bugar)

v  “Aku nyaman dengan anggaran belanja untuk makanan, pakaian, dan hiburan. Aku mampu mengatur pengeluaran dan tidak boros”. (tujuan: hidup nyaman dengan anggaran belanja yang teratur)

v  “Aku dan Anrian memahami, mencintai, dan mempercayai satu sama lain. Kami juga rutin melakukan hubungan seks yang menyenangkan”. (tujuan: meningkatkan komunikasi dalam hubungan sehingga kehidupan rumah tangga beserta cinta dan seks berjalan harmonis)

Adapun contoh afirmasi yang ringkas bisa kita lihat pada apa yang disodorkan oleh MacGregor ini:

                   “Kecepatan membacaku setiap hari semakin cepat”.

Pada kalimat ini, kedua syarat yang harus ada dalam pernyataan afirmasi, yaitu UNGKAPAN POSITIF dan BERLANGSUNG SAAT INI (PRESENT TENSE) benar-benar terpenuhi. Akan sia-sia dan tidak produktif jika kita mengatakan begini:

“Aku sedang meningkatkan kecepatan membacaku yang lambat”

Perhatikan kata “LAMBAT”, yang jelas-jelas menunjukkan pada sesuatu yang negatif, sebuah keadaan yang tidak bagus dan karena itu harus diubah menjadi bagus. Padahal dalam afirmasi, sekali lagi, yang harus digunakan ialah kata atau pernyataan positif.

Dalam afirmasi tidak dibolehkan menggunakan kata “MUNGKIN” atau “SUATU HARI”. Pemakaian kata yang mengandung KEMUNGKINAN serta KETENTUAN WAKTU YANG MENGAMBANG hanya akan memperlambat proses pencapaian tujuan. Karena bisa saja sebenarnya tujuan dapat terwujud lebih awal namun menjadi tertunda gara-gara kita menggunakan kata petunjuk waktu yang longgar. Contoh:

HINDARI MENGATAKAN: “Aku punya mobil baru yang lebih bagus tahun depan”.

TETAPI KATAKAN: “Aku punya mobil yang bagus dan menyenangkan”.

Tatkala kalimat kedua yang kita pakai, pikiran bawah sadar akan bekerja dan mengirimkan kekuatannya kepada pikiran sadar sehingga kita terbantu untuk segera berusaha sekuat tenaga agar bisa membeli mobil baru dan bagus.

Bahkan akan lebih baik lagi jika ditambah unsur waktu. Misalnya, kita yang membuat afirmasi pada tanggal 1 Januari 2015, mengatakan:

Aku punya mobil yang bagus dan menyenagkan paling lambat tanggal 1 Januari 2016”. (Telah diputuskan jangka waktu 12 bulan dengan tambahan “PALING LAMBAT” sehingga ada kemungkinan mobil baru yang bagus dan menyenangkan itu akan bisa dibeli lebih cepat lagi).

Kalimat afirmasi hanya dapat digunakan untuk kepentingan pribadi, dan karena itu tidak bisa dipakai untuk mengubah orang lain. Apabila orang lain hendak mengubah diri mereka, sendiri yang harus melakukan afirmasi. Dan dalam semua afirmasi, alangkah baiknya jika dimulai dengan kata “AKU”, kecuali kalau dilakukan bersama-sama untuk tujuan kelompok maka boleh diganti dengan kata “KAMI”.

Karena kita menggunakan afirmasi untuk mengubah diri kita, maka hasilnya juga akan semakin menguatkan daya kendali kita atas diri kita sendiri, dan alhasil citra diri kita pun bisa dirombak menjadi lebih baik.

Cermat dalam menetapkan tujuan serta menyusun pernyataan positif guna mengafirmasi keinginan untuk mencapai tujuan sudah pasti akan memuluskan rencana dan memudahkan kita membidik kesuksesan.

Demikianlah salah satu seni cara menetapkan tujuan hingga mengafirmasi keinginan untuk mencapai sebuah tujuan yang dinukil oleh Dr. Arif Muzayin Shofwan dari buku yang berjudul “The Power of Frustration” karya Zishak K. Naen, halaman 40-46, yang diterbitkan oleh Araska, Yogyakarta, 2015. Mudah-mudahan berawal dari buku tersebut, kita bisa menetapkan tujuan dan mengafirmasi diri untuk segala masalah yang kita hadapi hingga akhirnya kita meraih kesuksesan.

DR. ARIF MUZAYIN SHOFWAN


-------------------------------------------
Dipersembahkan oleh:
CENTER FOR THE STUDY OF MIND AND SOUL (C-SMS)
Center for The Study of Mind and Soul (C-SMS) atau yang disebut Pusat Studi Pikiran dan Jiwa merupakan pusat studi yang bergerak menyelidiki, mempelajari dan memberdayakan kekuatan pikiran (power of mind) dan kekuatan jiwa (power of soul) manusia yang didirikan oleh Dr. Arif Muzayin Shofwan, yakni seorang doktor yang banyak mempelajari tentang kedahsyatan pikiran, meditasi, reiki, taichi, sistem energi alam semesta dan semacamnya. Pusat studi ini memiliki tujuan membantu diri sendiri dan orang lain agar dapat menggali potensi diri dari kekuatan pikiran dan jiwa sehingga mampu membawa perubahan ke arah yang lebih positif (berupa kebahagiaan, kekayaan, kesuksesan dan semacamnya) dalam kehidupan.

Visi   
Menjadi pusat studi yang berkontribusi mengembangkan kekuatan pikiran dan jiwa untuk menuju perubahan positif yang membahagiakan.
Misi  
1.  Menggali potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya melalui kekuatan pikiran (power of mind).
2.  Menggali potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya melalui kekuatan jiwa (power of soul).
3.  Menggali potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya dengan menggabungkan kekuatan pikiran (power of mind) dan kekuatan jiwa (power of soul).
Motto         
Jadilah diri Anda sendiri!

Demikian sekilas tentang tujuan, visi, misi, dan motto Center for The Study of Mind and Soul (C-SMS) atau Pusat Studi Pikiran dan Jiwa tersebut diperkenalkan. Akhir kata, segala sesuatu yang besar dimulai dari hal-hal yang kecil. Sebuah perjalanan yang jauh dimulai dari satu langkah kaki. Semoga setiap pikiran, ucapan, dan perbuatan kita terus menuju ke arah yang positif, membahagiakan, memperkaya dan semacamnya. Direktur Center for The Study of Mind and Soul (C-SMS) DR. ARIF MUZAYIN SHOFWAN. Nomor HP/WA: 085649706399.

Senin, 04 Desember 2017

TEKNIK MELAKUKAN MEDITASI



Dr. Arif Muzayin Shofwan


Ada banyak cara atau teknik meditasi yang ditawarkan oleh berbagai pakar. Berikut merupakan cara meditasi yang ditawarkan oleh Jacqueline Young dalam bukunya yang berjudul “Energi Vital”, antara lain yang harus diperhatikan adalah:

1.    Sikap tubuh
Sikap tubuh sangat penting dalam meditasi. Punggung dan leher harus tegak dan rileks agar energi Ki (Energi Vital) dapat mengalir bebas di seluruh meridian, sehingga membuat pusat-pusat energi, cakra, dapat berfungsi secara semestinya. Sikap tubuh yang tepat dapat dilakukan dengan duduk di kursi atau di lantai.

2.    Sikap tubuh di kursi
Pilihlah kursi yang kokoh dengan sandaran yang baik. Ini penting agar telapak kaki Anda dapat rata di lantai dengan mudah. Duduk tegaklah. Gunakan bantalan, apabila perlu. Lutut ditekuk.

3.    Sikap tubuh di lantai
Duduklah di lantai. Kedua kaki lurus di depan Anda. Tekuk kaki kiri. Tumit rapat ke daerah perineum (daerah antara anus dan organ kelamin). Tekuk kaki kanan dan letakkkan telapak kaki di bagian atas pergelangan kaki kiri. Kedua tumit harus segaris. Lutut menyentuh lantai. Untuk mempertahankan posisi tulang belakang yang tepat, gunakan bantalan di belakang Anda sebagai penyangga.
Apabila Anda menggunakan sikap tubuh ini secara teratur, Anda harus menukar posisi kaki dengan berbagai cara sehingga yang ada di atas kadang-kadang kaki kiri dan kadang-kadang kaki kanan. Dengan demikian, peregangan pada kedua kaki menjadi sama dan keseimbangan ruas-ruas tulang belakang bagian bawah pun tetap seimbang. Posisi ini harus mantap dan enak, sehingga Anda langsung dapat mengembangkan meditasi yang dalam.

4.    Posisi tangan
Tangan dapat diletakkan dengan salah satu dari ketiga posisi berikut: (1) Letakkan tangan di pangkuan dengan tangan kanan masuk ke tangan kiri dan kedua ibu jari disatukan; (2) Letakkan telapak tangan di paha; (3) Letakkan tangan di paha dengan telapak tangan menghadap ke atas, sedangkan jari telunjuk dan ibu jari disatukan.
Posisi tangan ini dalam Yoga dikenal sebagai “Mudra”. Masing-masing memiliki arti simbolis yang berbeda.
Posisi pertama, mudra meditasi, memperkuat energi dalam tubuh dan melambangkan keseimbangan.
Posisi kedua, hanyalah posisi rileks. Meskipun demikian, posisi ini juga menekankan hubungan yang lebih besar demi bumi, karena posisi telapak tangan yang menghadap ke bawah.
Posisi ketiga, melambangkan penerimaan kebijaksanaan dari langit, karena posisi telapak tangan yang menghadap ke atas. Juga, menyentuhkan telunjuk dan ibu jari berarti menghubungkan meridian Paru-Paru dan Usus Besar dan sekaligus berfungsi menyatukan energi YIN dan YANG dalam tubuh.

5.    Mata dan mulut
Mata dapat ditutup atau dibuka sedikit, sehingga hanya seberkas sinar yang masuk ke mata. Posisi yang belakangan ini dapat membuat Anda tetap jaga dan tidak tidur selama meditasi.
Pastikan, daerah leher, bahu, dan kerongkongan/tenggorokan rileks. Ujung lidah harus diangkat sedikit sampai menyentuh bagian belakang langit-langit mulut. Seperti diterangkan sebelumnya, ini dapat menghubungkan garis meridian Saluran Pembuahan yang berakhir di dagu dan garis meridian Saluran Pengatur yang berakhir di bibir atas. Dengan ini, aliran YIN dan YANG di kedua saluran utama dapat disatukan.

6.    Petunjuk umum
Antara lain: (1) Lakukan latihan di ruangan yang tenang dan bagus ventilasinya; (2) Hindari makanan atau minuman pedas/merangsang, seperti kopi, teh, rokok, atau alkohol sebelum meditasi. Apabila Anda bermeditasi secara teratur, maka keinginan itu pun akan berkurang dengan sendirinya; (3) Jangan bermeditasi saat lapar atau sehabis makan. Istirahatlah satu jam sebelum mulai latihan; (4) Sebelum meditasi, lakukan lebih dulu latihan meridian, pernafasan, dan relaksasi; (5) Kenakan pakaian longgar yang enak dan kosongkan kandung kencing sebelum mulai latihan; (6) Lakukan latihan pada tempat dan saat yang sama setiap harinya.

7.    Memulai latihan meditasi
Langkah pertama latihan meditasi selalu dimulai dengan latihan nafas. Untuk itu, Anda dapat menggunakan teknik mana pun yang garis besarnya diberikan dalam bab-bab sebelumnya.

Demikianlah salah satu cara meditasi yang dinukil oleh Dr. Arif Muzayin Shofwan dari buku yang berjudul “Energi Vital” karya Jacqueline Young, halaman 105-108, yang diterbitkan oleh Kesaint Blanc, Jakarta, 1999.

DR. ARIF MUZAYIN SHOFWAN


-------------------------------------------
Dipersembahkan oleh:
CENTER FOR THE STUDY OF MIND AND SOUL (C-SMS)
Center for The Study of Mind and Soul (C-SMS) atau yang disebut Pusat Studi Pikiran dan Jiwa merupakan pusat studi yang bergerak menyelidiki, mempelajari dan memberdayakan kekuatan pikiran (power of mind) dan kekuatan jiwa (power of soul) manusia yang didirikan oleh Dr. Arif Muzayin Shofwan, yakni seorang doktor yang banyak mempelajari tentang kedahsyatan pikiran, meditasi, reiki, taichi, sistem energi alam semesta dan semacamnya. Pusat studi ini memiliki tujuan membantu diri sendiri dan orang lain agar dapat menggali potensi diri dari kekuatan pikiran dan jiwa sehingga mampu membawa perubahan ke arah yang lebih positif (berupa kebahagiaan, kekayaan, kesuksesan dan semacamnya) dalam kehidupan.

Visi   
Menjadi pusat studi yang berkontribusi mengembangkan kekuatan pikiran dan jiwa untuk menuju perubahan positif yang membahagiakan.
Misi  
1.    Menggali potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya melalui kekuatan pikiran (power of mind).
2.    Menggali potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya melalui kekuatan jiwa (power of soul).
3.    Menggali potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya dengan menggabungkan kekuatan pikiran (power of mind) dan kekuatan jiwa (power of soul).
Motto         
Jadilah diri Anda sendiri!

Demikian sekilas tentang tujuan, visi, misi, dan motto Center for The Study of Mind and Soul (C-SMS) atau Pusat Studi Pikiran dan Jiwa tersebut diperkenalkan. Akhir kata, segala sesuatu yang besar dimulai dari hal-hal yang kecil. Sebuah perjalanan yang jauh dimulai dari satu langkah kaki. Semoga setiap pikiran, ucapan, dan perbuatan kita terus menuju ke arah yang positif, membahagiakan, memperkaya dan semacamnya. Direktur Center for The Study of Mind and Soul (C-SMS) DR. ARIF MUZAYIN SHOFWAN. Nomor HP/WA: 085649706399.