Kamis, 07 Desember 2017

FAEDAH MEDIS TENTANG MEMAAFKAN



Dr. Arif Muzayin Shofwan


Artikel ini seratus persen dinukil dari tulisan Zishak K. Naen dalam bukunya yang berjudul “The Power of Frustration”, yakni sebuah buku yang menjelaskan tentang kekuatan dahsyat frustrasi untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam kehidupan. Ucapan terima kasih yang dalam saya sampaikan kepada Zishak K. Naen yang telah memberikan pencerahan bagi saya dalam memaafkan diri saya sendiri dan orang lain. Begitu pula, saya patut berterima kasih kepada para penulis buku-buku sejenis yang pernah saya baca.

Seturut riset mutakhir, sejumlah peneliti dari Amerika Serikat menemukan bahwa orang-orang yang sanggup memaafkan orang-orang yang bersalah kepada mereka memiliki jiwa dan raga yang lebih sehat. Orang-orang yang diteliti mengungkapkan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah mereka memaafkan orang-orang yang menyakiti mereka. Mereka lebih bahagia dan lebih sehat dibandingkan dengan orang-orang yang berlarut-larut memendam dendam dan amarah.

Amarah, entah berlangsung sesaat ataupun jangka panjang, sudah pasti mempengaruhi suhu badan. Amarah berpengaruh terhadap aliran adrenalin, yang selanjutnya memanaskan tubuh dan menjadikan seseorang sulit berfikir jernih.

Dalam majalah Healing Current Magazine edisi September-Oktober 1996, termuat tulisan “Forgiveness” yang memaparkan bahwa amarah seseorang terhadap orang lain atau suatu peristiwa menyulut emosi negatif dalam diri orang tersebut dan akibatnya merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani.

Semua penelitian telah menegaskan bahwa amarah merupakan situasi pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Di sisi lain, memaafkan, kendati terasa berat, mampu memicu rasa bahagia rasa bahagia pada diri seseorang, menghilangkan seluruh dampak merusak yang ditimbulkan oleh kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat secara lahir dan batin.

Orang yang belajar memaafkan orang lain dengan tulus merasa lebih baik secara batiniah sekaligus lahiriah. Gejala-gejala kejiwaan dan gangguan pada tubuh semisal sakit punggung akibat stres serta susah tidur dan sakit perut tidak pernah menimpa orang-orang yang pemaaf. Ketika seseorang memaafkan orang lain, fungsi kardiovaskular dan sistem sarafnya menjadi meningkat.

S. Sarinopoulus dari University of Wisconsin, Amerika Serikat, dalam artikelnya “Forgiveness and Physical Heath” mengemukakan bahwa semakin sering orang memaafkan orang lain maka semakin dia berpeluang untuk terhindar dari serangan penyakit. Sebaliknya, semakin enggan orang memberi maaf maka semakin dia rentan terkena banyak penyakit.

Frederic Luskin, Ph.D., dalam bukunya Forgive for Good A Proven Prescription for Healt and Happiness, juga ikut menjelaskan bahwa amarah yang tak diredam menyebabkan dampak-dampak ragawi yang dapat diamati dengan jelas pada diri seseorang. Adapun sikap memaafkan sangatlah baik bagi kesehatan dan kebahagiaan. Sikap memaafkan menyulut ketenangan pikiran, kesabaran, dan percaya diri serta menyalakan harapan dalam diri seseorang sekaligus dapat mengurangi amarah dan penderitaan serta menghalau rasa putus asa dan stres.

Menurut Luskin, sikap pemaaf merupakan sebuah amalan yang bersumber dari ajaran semua agama besar di dunia. Ajaran tentang pentingnya memberi maaf telah dituturkan sejak berabad-abad silam, namun baru dua puluhan tahun belakangan ini banyak penelitian yang menunjukkan bahwa memberi maaf sangat berperan penting bagi kesehatan umat manusia.

Luskin memaparkan sembilan langkah praktis memberi maaf. Namun dalam artikel ini tidak akan menyebutkan sembilan langkah tersebut. Hanya saja, dalam artikel ini akan menyebutkan beberapa faedah dan manfaat memberi maaf sebagai berikut, antara lain:

1.    Kita memberi maaf orang lain sejatinya demi kebaikan diri kita sendiri. Memberi maaf akan membuat hati kita lapang, dendam lenyap, dan pada akhirnya ketentraman dan kebahagiaan melingkup hidup kita.

2.    Memaafkan orang lain tidak akan pernah membuat kita terlihat lemah dan harga diri melorot/jatuh. Memaafkan orang lain berarti justru akan membuat orang tersebut menghargai diri kita.

3.    Ketika seseorang telah menyakiti kita, maka kita, alih-alih menghakiminya, perlu membayangkan seandainya kita berada posisi orang tersebut. Langkah ini biasanya akan membuat kita paham mengapa orang tersebut tega membuat kita kesal dan sakit hati. Dan kalaupun kita tidak mampu membayangkannya, maka tidak perlu menghakiminya, mencaci makinya. Bagaimanapun kita semua tak luput dari kesalahan.

4.    Kita perlu mengungkapkan isi hati kita kepada orang yang telah menyinggung perasaan kita itu. Apa saja yang kita suka dari kelakuan dan tutur katanya perlu kita sampaikan kepadanya dengan lemah lembut dan secara empat mata. Ingat, tujuan kita ialah untuk mengoreksi perbuatannya agar dia bisa berintrospeksi.

Demikianlah salah satu pembahasan faedah medis tentang memaafkan diri sendiri dan orang lain yang dinukil oleh Dr. Arif Muzayin Shofwan dari buku yang berjudul “The Power of Frustration” karya Zishak K. Naen, halaman 186-191, yang diterbitkan oleh Araska, Yogyakarta, 2015. Mudah-mudahan berawal dari buku tersebut, kita bisa memaafkan kesalahan diri kita sendiri dan orang lain, sehingga akhirnya kita bisa meraih kesuksesan dan kebahagiaan lahir-batin.

DR. ARIF MUZAYIN SHOFWAN


-------------------------------------------
Dipersembahkan oleh:
CENTER FOR THE STUDY OF MIND AND SOUL (C-SMS)
Center for The Study of Mind and Soul (C-SMS) atau yang disebut Pusat Studi Pikiran dan Jiwa merupakan pusat studi yang bergerak menyelidiki, mempelajari dan memberdayakan kekuatan pikiran (power of mind) dan kekuatan jiwa (power of soul) manusia yang didirikan oleh Dr. Arif Muzayin Shofwan, yakni seorang doktor yang banyak mempelajari tentang kedahsyatan pikiran, meditasi, reiki, taichi, sistem energi alam semesta dan semacamnya. Pusat studi ini memiliki tujuan membantu diri sendiri dan orang lain agar dapat menggali potensi diri dari kekuatan pikiran dan jiwa sehingga mampu membawa perubahan ke arah yang lebih positif (berupa kebahagiaan, kekayaan, kesuksesan dan semacamnya) dalam kehidupan.

Visi   
Menjadi pusat studi yang berkontribusi mengembangkan kekuatan pikiran dan jiwa untuk menuju perubahan positif yang membahagiakan.
Misi  
1.  Menggali potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya melalui kekuatan pikiran (power of mind).
2.  Menggali potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya melalui kekuatan jiwa (power of soul).
3.  Menggali potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya dengan menggabungkan kekuatan pikiran (power of mind) dan kekuatan jiwa (power of soul).
Motto         
Jadilah diri Anda sendiri!

Demikian sekilas tentang tujuan, visi, misi, dan motto Center for The Study of Mind and Soul (C-SMS) atau Pusat Studi Pikiran dan Jiwa tersebut diperkenalkan. Akhir kata, segala sesuatu yang besar dimulai dari hal-hal yang kecil. Sebuah perjalanan yang jauh dimulai dari satu langkah kaki. Semoga setiap pikiran, ucapan, dan perbuatan kita terus menuju ke arah yang positif, membahagiakan, memperkaya dan semacamnya. Direktur Center for The Study of Mind and Soul (C-SMS) DR. ARIF MUZAYIN SHOFWAN. Nomor HP/WA: 085649706399.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar