Dr.
Arif Muzayin Shofwan
Artikel
ini seratus persen dinukil dari tulisan Zishak K. Naen dalam bukunya yang
berjudul “The Power of Frustration”,
yakni sebuah buku yang menjelaskan tentang kekuatan dahsyat frustrasi untuk meraih
kesuksesan dan kebahagiaan dalam kehidupan. Ucapan terima kasih yang dalam saya
sampaikan kepada Zishak K. Naen yang telah memberikan pencerahan bagi saya
dalam memaafkan diri saya sendiri dan orang lain. Begitu pula, saya patut
berterima kasih kepada para penulis buku-buku sejenis yang pernah saya baca.
Seturut
riset mutakhir, sejumlah peneliti dari Amerika Serikat menemukan bahwa
orang-orang yang sanggup memaafkan orang-orang yang bersalah kepada mereka
memiliki jiwa dan raga yang lebih sehat. Orang-orang yang diteliti
mengungkapkan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah mereka memaafkan
orang-orang yang menyakiti mereka. Mereka lebih bahagia dan lebih sehat
dibandingkan dengan orang-orang yang berlarut-larut memendam dendam dan amarah.
Amarah,
entah berlangsung sesaat ataupun jangka panjang, sudah pasti mempengaruhi suhu
badan. Amarah berpengaruh terhadap aliran adrenalin, yang selanjutnya
memanaskan tubuh dan menjadikan seseorang sulit berfikir jernih.
Dalam
majalah Healing Current Magazine edisi
September-Oktober 1996, termuat tulisan “Forgiveness” yang memaparkan bahwa amarah
seseorang terhadap orang lain atau suatu peristiwa menyulut emosi negatif dalam
diri orang tersebut dan akibatnya merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan
jasmani.
Semua
penelitian telah menegaskan bahwa amarah merupakan situasi pikiran yang sangat merusak
kesehatan manusia. Di sisi lain, memaafkan, kendati terasa berat, mampu memicu rasa
bahagia rasa bahagia pada diri seseorang, menghilangkan seluruh dampak merusak yang
ditimbulkan oleh kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat
secara lahir dan batin.
Orang
yang belajar memaafkan orang lain dengan tulus merasa lebih baik secara batiniah
sekaligus lahiriah. Gejala-gejala kejiwaan dan gangguan pada tubuh semisal sakit
punggung akibat stres serta susah tidur dan sakit perut tidak pernah menimpa orang-orang
yang pemaaf. Ketika seseorang memaafkan orang lain, fungsi kardiovaskular dan sistem
sarafnya menjadi meningkat.
S. Sarinopoulus
dari University of Wisconsin, Amerika Serikat, dalam artikelnya “Forgiveness and
Physical Heath” mengemukakan bahwa semakin sering orang memaafkan orang lain maka
semakin dia berpeluang untuk terhindar dari serangan penyakit. Sebaliknya, semakin
enggan orang memberi maaf maka semakin dia rentan terkena banyak penyakit.
Frederic
Luskin, Ph.D., dalam bukunya Forgive for Good
A Proven Prescription for Healt and Happiness, juga ikut menjelaskan bahwa amarah
yang tak diredam menyebabkan dampak-dampak ragawi yang dapat diamati dengan jelas
pada diri seseorang. Adapun sikap memaafkan sangatlah baik bagi kesehatan dan kebahagiaan.
Sikap memaafkan menyulut ketenangan pikiran, kesabaran, dan percaya diri serta menyalakan
harapan dalam diri seseorang sekaligus dapat mengurangi amarah dan penderitaan serta
menghalau rasa putus asa dan stres.
Menurut
Luskin, sikap pemaaf merupakan sebuah amalan yang bersumber dari ajaran semua agama
besar di dunia. Ajaran tentang pentingnya memberi maaf telah dituturkan sejak berabad-abad
silam, namun baru dua puluhan tahun belakangan ini banyak penelitian yang menunjukkan
bahwa memberi maaf sangat berperan penting bagi kesehatan umat manusia.
Luskin
memaparkan sembilan langkah praktis memberi maaf. Namun dalam artikel ini tidak
akan menyebutkan sembilan langkah tersebut. Hanya saja, dalam artikel ini akan menyebutkan
beberapa faedah dan manfaat memberi maaf sebagai berikut, antara lain:
1. Kita
memberi maaf orang lain sejatinya demi kebaikan diri kita sendiri. Memberi maaf
akan membuat hati kita lapang, dendam lenyap, dan pada akhirnya ketentraman dan
kebahagiaan melingkup hidup kita.
2. Memaafkan
orang lain tidak akan pernah membuat kita terlihat lemah dan harga diri melorot/jatuh.
Memaafkan orang lain berarti justru akan membuat orang tersebut menghargai diri
kita.
3. Ketika
seseorang telah menyakiti kita, maka kita, alih-alih menghakiminya, perlu membayangkan
seandainya kita berada posisi orang tersebut. Langkah ini biasanya akan membuat
kita paham mengapa orang tersebut tega membuat kita kesal dan sakit hati. Dan kalaupun
kita tidak mampu membayangkannya, maka tidak perlu menghakiminya, mencaci makinya.
Bagaimanapun kita semua tak luput dari kesalahan.
4. Kita
perlu mengungkapkan isi hati kita kepada orang yang telah menyinggung perasaan kita
itu. Apa saja yang kita suka dari kelakuan dan tutur katanya perlu kita sampaikan
kepadanya dengan lemah lembut dan secara empat mata. Ingat, tujuan kita ialah untuk
mengoreksi perbuatannya agar dia bisa berintrospeksi.
Demikianlah
salah satu pembahasan faedah medis tentang memaafkan diri sendiri dan orang
lain yang dinukil oleh Dr. Arif Muzayin Shofwan dari buku yang berjudul “The Power of Frustration” karya Zishak
K. Naen, halaman 186-191, yang diterbitkan oleh Araska, Yogyakarta, 2015.
Mudah-mudahan berawal dari buku tersebut, kita bisa memaafkan kesalahan diri
kita sendiri dan orang lain, sehingga akhirnya kita bisa meraih kesuksesan dan
kebahagiaan lahir-batin.
| DR. ARIF MUZAYIN SHOFWAN |
-------------------------------------------
Dipersembahkan oleh:
CENTER
FOR THE STUDY OF MIND AND SOUL (C-SMS)
Center
for The Study of Mind and Soul (C-SMS) atau yang disebut
Pusat Studi Pikiran dan Jiwa merupakan pusat studi yang bergerak menyelidiki, mempelajari
dan memberdayakan kekuatan pikiran (power
of mind) dan kekuatan jiwa (power of
soul) manusia yang didirikan oleh Dr. Arif Muzayin Shofwan, yakni seorang
doktor yang banyak mempelajari tentang kedahsyatan pikiran, meditasi, reiki, taichi,
sistem energi alam semesta dan semacamnya. Pusat studi ini memiliki tujuan
membantu diri sendiri dan orang lain agar dapat menggali potensi diri dari
kekuatan pikiran dan jiwa sehingga mampu membawa perubahan ke arah yang lebih positif
(berupa kebahagiaan, kekayaan, kesuksesan dan semacamnya) dalam kehidupan.
Visi
Menjadi pusat studi yang
berkontribusi mengembangkan kekuatan pikiran dan jiwa untuk menuju perubahan positif
yang membahagiakan.
Misi
1. Menggali
potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya melalui
kekuatan pikiran (power of mind).
2. Menggali
potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya melalui
kekuatan jiwa (power of soul).
3. Menggali
potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya
dengan menggabungkan kekuatan pikiran (power
of mind) dan kekuatan jiwa (power of
soul).
Motto
Jadilah diri Anda sendiri!
Demikian sekilas tentang
tujuan, visi, misi, dan motto Center for
The Study of Mind and Soul (C-SMS) atau Pusat Studi Pikiran dan Jiwa
tersebut diperkenalkan. Akhir kata, segala sesuatu yang besar dimulai dari
hal-hal yang kecil. Sebuah perjalanan yang jauh dimulai dari satu langkah kaki.
Semoga setiap pikiran, ucapan, dan perbuatan kita terus menuju ke arah yang positif,
membahagiakan, memperkaya dan semacamnya. Direktur Center for The Study of Mind and Soul (C-SMS) DR. ARIF MUZAYIN
SHOFWAN. Nomor HP/WA: 085649706399.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar