Dr.
Arif Muzayin Shofwan
Artikel
ini seratus persen dinukil dari tulisan Zishak K. Naen dalam bukunya yang
berjudul “The Power of Frustration”,
yakni sebuah buku yang menjelaskan tentang kekuatan dahsyat frustrasi untuk
meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam kehidupan. Ucapan terima kasih yang
dalam saya sampaikan kepada Zishak K. Naen yang telah memberikan pencerahan
bagi saya dalam menetapkan sebuah tujuan demi meraih cita-cita yang selalu kita
harapkan kesuksesannya.
Apa
yang mesti dilakukan untuk menetapkan tujuan?. Mula-mula kita harus mengetahui
benar apa yang kita inginkan dalam hidup ini. Sesuatu yang betul-betul
mengilhami kita, sehingga kita tahu bahwa itu “benar” dan “layak”, dan itu
sebabnya kita wajib mendapatkannya. Sesuatu yang kita damba-dambakan, tanpa
peduli resiko yang bakal kita tanggung. Ia bukanlah sesuatu yang diimpikan atau
diharapkan orang lain dari kita, dan bukan pula sesuatu yang harus kita
dapatkan melulu untuk menyenangkan atau membahagiakan orang lain, melainkan
sesuatu yang benar-benar kita inginkan, yang sungguh-sungguh menyemangati diri
kita.
Apapun
tujuan kita, itu harus dirumuskan secara jelas dan sederhana, bukan dalam
bentuk umum melainkan dalam bentuk khusus, termasuk rincian mengenai waktu,
tempat, fakta-fakta, dan orang. Makna tujuan itu harus dikelompokkan secara
tepat mengikuti perubahan hidup kita, dan tenggat waktu untuk meraihnya mesti
ditentukan pula.
Bagi
Sandy MacGregor, sesudah kita tahu apa yang kita mau, ada dua hal penting yang
mesti kita perhatikan saat menetapkan tujuan:
1. Tujuan
diungkapkan secara ringkas, positif, dalam bahasa present tense (saat ini) dan menggunakan kata “aku”.
2. Tujuan
itu harus memperhitungkan prinsip SMART:
S – Specific
(Spesifik)
M – Measurabe
(Dapat diukur)
A – Achievable
(Bisa dicapai)
R – Reality
based (Berdasarkan kenyataan yang ada)
T – Time
based (Ada tenggat waktu)
Adapun masa pencapaian masa tujuan dapat
dibagi ke dalam tiga jangka waktu:
Tujuan lima tahun (jangka panjang)
Tujuan satu tahun (jangka menengah)
Tujuan harian/mingguan/bulanan (jangka pendek)
Sebagus
apapun tujuan, memang sebaiknya dijabarkan dalam tulisan, supaya bisa dikelola
dengan lebih baik. Seperti apa tujuan itu, sependek atau sepanjang apapun
jangka waktu yang dibutuhkan, saat kita tuliskan secara terperinci di atas
kertas, itu akan membuat kita lebih bersungguh-sungguh. Kita susun sejumlah
rencana yang menggambarkan secara lebih padu cara-cara mencapai tujuan,
kemudian rencana dijalankan, dan metode-metode yang memuluskan rencana pun diterapkan.
Untuk
tahap awal, dan agar mudah dijalankan, yang kita bidik terlebih dahulu ialah
tujuan jangka pendek. Karena tujuan jangka pendek inilah yang sebenarnya akan
membawa kita melangkah jauh guna mencapai tujuan jangka menengah dan jangka
panjang. Dan yang perlu dicamkan, tujuan jangka panjang hendaknya tidak
ditentukan secara kaku, supaya bisa disempurnakan terus-menerus mengikuti
informasi dan pengalaman tambahan yang kita dapatkan.
Semua
tujuan tersebut harus dapat diraih dan realistis, bukan sebatas di awang-awang.
Barangkali saat ini tujuan tersebut terasa berada di luar jangkauan, tetapi
tidak di luar pandangan!. Pada saat ini kita boleh jadi kesulitan untuk
menjangkaunya, namun dalam pandangan kita, masih tetap realistis untuk
mencapainya. Tujuan tersebut juga harus merupakan sesuatu yang kita yakini dan
anggap benar, serta selaras dengan nilai-nilai kita.
Afirmasi
Apabila
proses pencapaian tujuan diawali dengan pernyataan positif dan diungkapkan
dalam bentuk present tense (saat ini),
maka itulah yang disebut afirmasi. Afirmasi ini selalu menyertakan visualisasi.
Ketika
kita mengeluarkan pernyataan positif mengenai tujuan yang hendak kita capai,
kita bayangkan diri kita benar-benar telah meraihnya. Secara mental kita
menggambarkannya sebagai fakta yang terjadi saat ini; kenyataan yang tengah
berlangsung saat ini dan di sini. Kita juga membayangkan beberapa hal yang
berkaitan dengan hal itu: Apa yang kita lakukan? Bagaimana lingkungan di
sekeliling kita? Apa yang dikatakan orang-orang kepada kita? Bagaimana perasaan
kita setelah berhasil mencapainya? Kita harus mencecap keberhasilan itu serta
menikmati dan merayakannya. Perasaan dan emosi positif yang dihasilkan oleh
visualisasi itu akan bercokol di dalam diri kita dan menyuntikkan energi kepada
kita di saat kita bertindak untuk mewujudkan apa-apa yang telah kita bayangkan.
Berikut
ini beberapa contoh afirmasi:
v “Aku
bergabung dengan komunitas pembaca buku. Kami berkumpul sekali seminggu untuk
membahas buku-buku baru dan menarik, dan di sana aku bertemu dengan orang-orang
baru. Kemajuan yang kucapai ini benar-benar baik dan memuaskan”. (tujuan:
mendapatkan tujuh teman baru)
v “Aku
rajin olah raga lari sejauh 5 kilometer sebanyak tiga kali seminggu. Aku
bergabung dalam komunitas penyuka lari sore. Aku mendapat teman-teman baru
sekaligus menjadi lebih sehat”. (tujuan: mendapatkan teman baru sekaligus
menjadi sehat dan bugar)
v “Aku
nyaman dengan anggaran belanja untuk makanan, pakaian, dan hiburan. Aku mampu
mengatur pengeluaran dan tidak boros”. (tujuan: hidup nyaman dengan anggaran
belanja yang teratur)
v “Aku
dan Anrian memahami, mencintai, dan mempercayai satu sama lain. Kami juga rutin
melakukan hubungan seks yang menyenangkan”. (tujuan: meningkatkan komunikasi
dalam hubungan sehingga kehidupan rumah tangga beserta cinta dan seks berjalan
harmonis)
Adapun
contoh afirmasi yang ringkas bisa kita lihat pada apa yang disodorkan oleh
MacGregor ini:
“Kecepatan membacaku setiap hari semakin cepat”.
Pada
kalimat ini, kedua syarat yang harus ada dalam pernyataan afirmasi, yaitu
UNGKAPAN POSITIF dan BERLANGSUNG SAAT INI (PRESENT
TENSE) benar-benar terpenuhi. Akan sia-sia dan tidak produktif jika kita
mengatakan begini:
“Aku
sedang meningkatkan kecepatan membacaku yang lambat”
Perhatikan
kata “LAMBAT”, yang jelas-jelas menunjukkan pada sesuatu yang negatif, sebuah
keadaan yang tidak bagus dan karena itu harus diubah menjadi bagus. Padahal
dalam afirmasi, sekali lagi, yang harus digunakan ialah kata atau pernyataan
positif.
Dalam
afirmasi tidak dibolehkan menggunakan kata “MUNGKIN” atau “SUATU HARI”.
Pemakaian kata yang mengandung KEMUNGKINAN serta KETENTUAN WAKTU YANG
MENGAMBANG hanya akan memperlambat proses pencapaian tujuan. Karena bisa saja
sebenarnya tujuan dapat terwujud lebih awal namun menjadi tertunda gara-gara
kita menggunakan kata petunjuk waktu yang longgar. Contoh:
HINDARI
MENGATAKAN: “Aku punya mobil baru yang lebih bagus tahun depan”.
TETAPI
KATAKAN: “Aku punya mobil yang bagus dan menyenangkan”.
Tatkala
kalimat kedua yang kita pakai, pikiran bawah sadar akan bekerja dan mengirimkan
kekuatannya kepada pikiran sadar sehingga kita terbantu untuk segera berusaha
sekuat tenaga agar bisa membeli mobil baru dan bagus.
Bahkan
akan lebih baik lagi jika ditambah unsur waktu. Misalnya, kita yang membuat
afirmasi pada tanggal 1 Januari 2015, mengatakan:
“Aku punya mobil yang bagus dan menyenagkan
paling lambat tanggal 1 Januari 2016”. (Telah diputuskan jangka waktu 12
bulan dengan tambahan “PALING LAMBAT” sehingga ada kemungkinan mobil baru yang
bagus dan menyenangkan itu akan bisa dibeli lebih cepat lagi).
Kalimat
afirmasi hanya dapat digunakan untuk kepentingan pribadi, dan karena itu tidak
bisa dipakai untuk mengubah orang lain. Apabila orang lain hendak mengubah diri
mereka, sendiri yang harus melakukan afirmasi. Dan dalam semua afirmasi, alangkah
baiknya jika dimulai dengan kata “AKU”, kecuali kalau dilakukan bersama-sama untuk
tujuan kelompok maka boleh diganti dengan kata “KAMI”.
Karena
kita menggunakan afirmasi untuk mengubah diri kita, maka hasilnya juga akan semakin
menguatkan daya kendali kita atas diri kita sendiri, dan alhasil citra diri kita
pun bisa dirombak menjadi lebih baik.
Cermat
dalam menetapkan tujuan serta menyusun pernyataan positif guna mengafirmasi keinginan
untuk mencapai tujuan sudah pasti akan memuluskan rencana dan memudahkan kita membidik
kesuksesan.
Demikianlah
salah satu seni cara menetapkan tujuan hingga mengafirmasi keinginan untuk mencapai
sebuah tujuan yang dinukil oleh Dr. Arif Muzayin Shofwan dari buku yang
berjudul “The Power of Frustration”
karya Zishak K. Naen, halaman 40-46, yang diterbitkan oleh Araska, Yogyakarta,
2015. Mudah-mudahan berawal dari buku tersebut, kita bisa menetapkan tujuan dan
mengafirmasi diri untuk segala masalah yang kita hadapi hingga akhirnya kita
meraih kesuksesan.
| DR. ARIF MUZAYIN SHOFWAN |
-------------------------------------------
Dipersembahkan oleh:
CENTER
FOR THE STUDY OF MIND AND SOUL (C-SMS)
Center
for The Study of Mind and Soul (C-SMS) atau yang disebut
Pusat Studi Pikiran dan Jiwa merupakan pusat studi yang bergerak menyelidiki, mempelajari
dan memberdayakan kekuatan pikiran (power
of mind) dan kekuatan jiwa (power of
soul) manusia yang didirikan oleh Dr. Arif Muzayin Shofwan, yakni seorang
doktor yang banyak mempelajari tentang kedahsyatan pikiran, meditasi, reiki, taichi,
sistem energi alam semesta dan semacamnya. Pusat studi ini memiliki tujuan
membantu diri sendiri dan orang lain agar dapat menggali potensi diri dari
kekuatan pikiran dan jiwa sehingga mampu membawa perubahan ke arah yang lebih positif
(berupa kebahagiaan, kekayaan, kesuksesan dan semacamnya) dalam kehidupan.
Visi
Menjadi pusat studi yang
berkontribusi mengembangkan kekuatan pikiran dan jiwa untuk menuju perubahan positif
yang membahagiakan.
Misi
1. Menggali
potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya melalui
kekuatan pikiran (power of mind).
2. Menggali
potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya melalui
kekuatan jiwa (power of soul).
3. Menggali
potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya
dengan menggabungkan kekuatan pikiran (power
of mind) dan kekuatan jiwa (power of
soul).
Motto
Jadilah diri Anda sendiri!
Demikian sekilas tentang
tujuan, visi, misi, dan motto Center for
The Study of Mind and Soul (C-SMS) atau Pusat Studi Pikiran dan Jiwa
tersebut diperkenalkan. Akhir kata, segala sesuatu yang besar dimulai dari
hal-hal yang kecil. Sebuah perjalanan yang jauh dimulai dari satu langkah kaki.
Semoga setiap pikiran, ucapan, dan perbuatan kita terus menuju ke arah yang positif,
membahagiakan, memperkaya dan semacamnya. Direktur Center for The Study of Mind and Soul (C-SMS) DR. ARIF MUZAYIN
SHOFWAN. Nomor HP/WA: 085649706399.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar