Rabu, 06 Desember 2017

SENI MENETAPKAN TUJUAN DAN MENGAFIRMASI DIRI



Dr. Arif Muzayin Shofwan


Artikel ini seratus persen dinukil dari tulisan Zishak K. Naen dalam bukunya yang berjudul “The Power of Frustration”, yakni sebuah buku yang menjelaskan tentang kekuatan dahsyat frustrasi untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam kehidupan. Ucapan terima kasih yang dalam saya sampaikan kepada Zishak K. Naen yang telah memberikan pencerahan bagi saya dalam menetapkan sebuah tujuan demi meraih cita-cita yang selalu kita harapkan kesuksesannya.

Apa yang mesti dilakukan untuk menetapkan tujuan?. Mula-mula kita harus mengetahui benar apa yang kita inginkan dalam hidup ini. Sesuatu yang betul-betul mengilhami kita, sehingga kita tahu bahwa itu “benar” dan “layak”, dan itu sebabnya kita wajib mendapatkannya. Sesuatu yang kita damba-dambakan, tanpa peduli resiko yang bakal kita tanggung. Ia bukanlah sesuatu yang diimpikan atau diharapkan orang lain dari kita, dan bukan pula sesuatu yang harus kita dapatkan melulu untuk menyenangkan atau membahagiakan orang lain, melainkan sesuatu yang benar-benar kita inginkan, yang sungguh-sungguh menyemangati diri kita.

Apapun tujuan kita, itu harus dirumuskan secara jelas dan sederhana, bukan dalam bentuk umum melainkan dalam bentuk khusus, termasuk rincian mengenai waktu, tempat, fakta-fakta, dan orang. Makna tujuan itu harus dikelompokkan secara tepat mengikuti perubahan hidup kita, dan tenggat waktu untuk meraihnya mesti ditentukan pula.

Bagi Sandy MacGregor, sesudah kita tahu apa yang kita mau, ada dua hal penting yang mesti kita perhatikan saat menetapkan tujuan:

1.    Tujuan diungkapkan secara ringkas, positif, dalam bahasa present tense (saat ini) dan menggunakan kata “aku”.

2.    Tujuan itu harus memperhitungkan prinsip SMART:
S – Specific (Spesifik)
M – Measurabe (Dapat diukur)
A – Achievable (Bisa dicapai)
R – Reality based (Berdasarkan kenyataan yang ada)
T – Time based (Ada tenggat waktu)

Adapun masa pencapaian masa tujuan dapat dibagi ke dalam tiga jangka waktu:
Tujuan lima tahun (jangka panjang)
Tujuan satu tahun (jangka menengah)
Tujuan harian/mingguan/bulanan (jangka pendek)

Sebagus apapun tujuan, memang sebaiknya dijabarkan dalam tulisan, supaya bisa dikelola dengan lebih baik. Seperti apa tujuan itu, sependek atau sepanjang apapun jangka waktu yang dibutuhkan, saat kita tuliskan secara terperinci di atas kertas, itu akan membuat kita lebih bersungguh-sungguh. Kita susun sejumlah rencana yang menggambarkan secara lebih padu cara-cara mencapai tujuan, kemudian rencana dijalankan, dan metode-metode yang memuluskan rencana pun diterapkan.

Untuk tahap awal, dan agar mudah dijalankan, yang kita bidik terlebih dahulu ialah tujuan jangka pendek. Karena tujuan jangka pendek inilah yang sebenarnya akan membawa kita melangkah jauh guna mencapai tujuan jangka menengah dan jangka panjang. Dan yang perlu dicamkan, tujuan jangka panjang hendaknya tidak ditentukan secara kaku, supaya bisa disempurnakan terus-menerus mengikuti informasi dan pengalaman tambahan yang kita dapatkan.

Semua tujuan tersebut harus dapat diraih dan realistis, bukan sebatas di awang-awang. Barangkali saat ini tujuan tersebut terasa berada di luar jangkauan, tetapi tidak di luar pandangan!. Pada saat ini kita boleh jadi kesulitan untuk menjangkaunya, namun dalam pandangan kita, masih tetap realistis untuk mencapainya. Tujuan tersebut juga harus merupakan sesuatu yang kita yakini dan anggap benar, serta selaras dengan nilai-nilai kita.

Afirmasi
Apabila proses pencapaian tujuan diawali dengan pernyataan positif dan diungkapkan dalam bentuk present tense (saat ini), maka itulah yang disebut afirmasi. Afirmasi ini selalu menyertakan visualisasi.

Ketika kita mengeluarkan pernyataan positif mengenai tujuan yang hendak kita capai, kita bayangkan diri kita benar-benar telah meraihnya. Secara mental kita menggambarkannya sebagai fakta yang terjadi saat ini; kenyataan yang tengah berlangsung saat ini dan di sini. Kita juga membayangkan beberapa hal yang berkaitan dengan hal itu: Apa yang kita lakukan? Bagaimana lingkungan di sekeliling kita? Apa yang dikatakan orang-orang kepada kita? Bagaimana perasaan kita setelah berhasil mencapainya? Kita harus mencecap keberhasilan itu serta menikmati dan merayakannya. Perasaan dan emosi positif yang dihasilkan oleh visualisasi itu akan bercokol di dalam diri kita dan menyuntikkan energi kepada kita di saat kita bertindak untuk mewujudkan apa-apa yang telah kita bayangkan.

Berikut ini beberapa contoh afirmasi:

v  “Aku bergabung dengan komunitas pembaca buku. Kami berkumpul sekali seminggu untuk membahas buku-buku baru dan menarik, dan di sana aku bertemu dengan orang-orang baru. Kemajuan yang kucapai ini benar-benar baik dan memuaskan”. (tujuan: mendapatkan tujuh teman baru)

v  “Aku rajin olah raga lari sejauh 5 kilometer sebanyak tiga kali seminggu. Aku bergabung dalam komunitas penyuka lari sore. Aku mendapat teman-teman baru sekaligus menjadi lebih sehat”. (tujuan: mendapatkan teman baru sekaligus menjadi sehat dan bugar)

v  “Aku nyaman dengan anggaran belanja untuk makanan, pakaian, dan hiburan. Aku mampu mengatur pengeluaran dan tidak boros”. (tujuan: hidup nyaman dengan anggaran belanja yang teratur)

v  “Aku dan Anrian memahami, mencintai, dan mempercayai satu sama lain. Kami juga rutin melakukan hubungan seks yang menyenangkan”. (tujuan: meningkatkan komunikasi dalam hubungan sehingga kehidupan rumah tangga beserta cinta dan seks berjalan harmonis)

Adapun contoh afirmasi yang ringkas bisa kita lihat pada apa yang disodorkan oleh MacGregor ini:

                   “Kecepatan membacaku setiap hari semakin cepat”.

Pada kalimat ini, kedua syarat yang harus ada dalam pernyataan afirmasi, yaitu UNGKAPAN POSITIF dan BERLANGSUNG SAAT INI (PRESENT TENSE) benar-benar terpenuhi. Akan sia-sia dan tidak produktif jika kita mengatakan begini:

“Aku sedang meningkatkan kecepatan membacaku yang lambat”

Perhatikan kata “LAMBAT”, yang jelas-jelas menunjukkan pada sesuatu yang negatif, sebuah keadaan yang tidak bagus dan karena itu harus diubah menjadi bagus. Padahal dalam afirmasi, sekali lagi, yang harus digunakan ialah kata atau pernyataan positif.

Dalam afirmasi tidak dibolehkan menggunakan kata “MUNGKIN” atau “SUATU HARI”. Pemakaian kata yang mengandung KEMUNGKINAN serta KETENTUAN WAKTU YANG MENGAMBANG hanya akan memperlambat proses pencapaian tujuan. Karena bisa saja sebenarnya tujuan dapat terwujud lebih awal namun menjadi tertunda gara-gara kita menggunakan kata petunjuk waktu yang longgar. Contoh:

HINDARI MENGATAKAN: “Aku punya mobil baru yang lebih bagus tahun depan”.

TETAPI KATAKAN: “Aku punya mobil yang bagus dan menyenangkan”.

Tatkala kalimat kedua yang kita pakai, pikiran bawah sadar akan bekerja dan mengirimkan kekuatannya kepada pikiran sadar sehingga kita terbantu untuk segera berusaha sekuat tenaga agar bisa membeli mobil baru dan bagus.

Bahkan akan lebih baik lagi jika ditambah unsur waktu. Misalnya, kita yang membuat afirmasi pada tanggal 1 Januari 2015, mengatakan:

Aku punya mobil yang bagus dan menyenagkan paling lambat tanggal 1 Januari 2016”. (Telah diputuskan jangka waktu 12 bulan dengan tambahan “PALING LAMBAT” sehingga ada kemungkinan mobil baru yang bagus dan menyenangkan itu akan bisa dibeli lebih cepat lagi).

Kalimat afirmasi hanya dapat digunakan untuk kepentingan pribadi, dan karena itu tidak bisa dipakai untuk mengubah orang lain. Apabila orang lain hendak mengubah diri mereka, sendiri yang harus melakukan afirmasi. Dan dalam semua afirmasi, alangkah baiknya jika dimulai dengan kata “AKU”, kecuali kalau dilakukan bersama-sama untuk tujuan kelompok maka boleh diganti dengan kata “KAMI”.

Karena kita menggunakan afirmasi untuk mengubah diri kita, maka hasilnya juga akan semakin menguatkan daya kendali kita atas diri kita sendiri, dan alhasil citra diri kita pun bisa dirombak menjadi lebih baik.

Cermat dalam menetapkan tujuan serta menyusun pernyataan positif guna mengafirmasi keinginan untuk mencapai tujuan sudah pasti akan memuluskan rencana dan memudahkan kita membidik kesuksesan.

Demikianlah salah satu seni cara menetapkan tujuan hingga mengafirmasi keinginan untuk mencapai sebuah tujuan yang dinukil oleh Dr. Arif Muzayin Shofwan dari buku yang berjudul “The Power of Frustration” karya Zishak K. Naen, halaman 40-46, yang diterbitkan oleh Araska, Yogyakarta, 2015. Mudah-mudahan berawal dari buku tersebut, kita bisa menetapkan tujuan dan mengafirmasi diri untuk segala masalah yang kita hadapi hingga akhirnya kita meraih kesuksesan.

DR. ARIF MUZAYIN SHOFWAN


-------------------------------------------
Dipersembahkan oleh:
CENTER FOR THE STUDY OF MIND AND SOUL (C-SMS)
Center for The Study of Mind and Soul (C-SMS) atau yang disebut Pusat Studi Pikiran dan Jiwa merupakan pusat studi yang bergerak menyelidiki, mempelajari dan memberdayakan kekuatan pikiran (power of mind) dan kekuatan jiwa (power of soul) manusia yang didirikan oleh Dr. Arif Muzayin Shofwan, yakni seorang doktor yang banyak mempelajari tentang kedahsyatan pikiran, meditasi, reiki, taichi, sistem energi alam semesta dan semacamnya. Pusat studi ini memiliki tujuan membantu diri sendiri dan orang lain agar dapat menggali potensi diri dari kekuatan pikiran dan jiwa sehingga mampu membawa perubahan ke arah yang lebih positif (berupa kebahagiaan, kekayaan, kesuksesan dan semacamnya) dalam kehidupan.

Visi   
Menjadi pusat studi yang berkontribusi mengembangkan kekuatan pikiran dan jiwa untuk menuju perubahan positif yang membahagiakan.
Misi  
1.  Menggali potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya melalui kekuatan pikiran (power of mind).
2.  Menggali potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya melalui kekuatan jiwa (power of soul).
3.  Menggali potensi diri untuk perubahan positif yang lebih membahagiakan dan memperkaya dengan menggabungkan kekuatan pikiran (power of mind) dan kekuatan jiwa (power of soul).
Motto         
Jadilah diri Anda sendiri!

Demikian sekilas tentang tujuan, visi, misi, dan motto Center for The Study of Mind and Soul (C-SMS) atau Pusat Studi Pikiran dan Jiwa tersebut diperkenalkan. Akhir kata, segala sesuatu yang besar dimulai dari hal-hal yang kecil. Sebuah perjalanan yang jauh dimulai dari satu langkah kaki. Semoga setiap pikiran, ucapan, dan perbuatan kita terus menuju ke arah yang positif, membahagiakan, memperkaya dan semacamnya. Direktur Center for The Study of Mind and Soul (C-SMS) DR. ARIF MUZAYIN SHOFWAN. Nomor HP/WA: 085649706399.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar